Cara Audit Google Search Console (Update 2026), Atasi Crawled Not Indexed..

# Website sepi trafik? Pelajari cara audit Google Search Console 2026: Solusi Crawled Not Indexed, optimasi INP Core Web Vitals, & validasi Schema Markup.

Cara Audit Google Search Console (Update 2026), Atasi Crawled Not Indexed..
Cara Audit Google Search Console (Update 2026), Atasi Crawled Not Indexed..

Anima Trenz – Data statistik terbaru dari studi terhadap jutaan halaman web mengungkapkan fakta yang cukup menggetarkan bagi para pemilik situs bahwa sekitar 61% halaman web di seluruh dunia ternyata gagal menembus indeks pencarian Google secara organik. Angka masif ini menjadi sinyal keras bahwa di tahun 2026 Google Search Console atau GSC bukan lagi sekadar alat pemantauan pasif melainkan telah berevolusi menjadi pusat komando pertahanan SEO teknis yang wajib dikuasai. Masalah terbesar yang menghantui para webmaster saat ini adalah status Crawled Currently Not Indexed yang menjadi sinyal bahwa Google telah melihat konten Anda tetapi menolak menyimpannya karena dianggap tidak memenuhi standar kualitas atau keunikan yang mereka tetapkan.

Ini jelas bukan sekadar eror teknis biasa melainkan sebuah filter kualitas algoritmik ketat yang menuntut perbaikan substansial pada strategi konten dan teknis situs Anda. Tutorial audit website Google Search Console ini akan memandu Anda melakukan diagnosis menyeluruh menggunakan fitur-fitur terbaru yang tersedia di dasbor GSC. Fokus utama kita akan tertuju pada dua area paling kritis yaitu memecahkan masalah pengindeksan untuk konten yang macet dan membaca laporan Page Experience terbaru yang kini menitikberatkan pada metrik Interaction to Next Paint atau INP sebagai standar responsivitas baru.

Pemahaman mendalam mengenai metrik ini sangat krusial karena Google semakin memprioritaskan situs yang tidak hanya kaya informasi tetapi juga memiliki kinerja teknis yang prima saat diakses oleh pengguna dari berbagai perangkat. Mari kita bedah satu per satu komponen vital ini agar website Anda bisa kembali sehat dan mendapatkan trafik yang layak.

Baca Juga : Cara Memulai Blog Di 2026: Mengapa Konten AI Saja Tidak Cukup untuk Google?

Analisis Mendalam Laporan Pengindeksan Website

Langkah awal dalam audit teknis adalah menyelami laporan pengindeksan untuk memahami bagaimana Googlebot berinteraksi dengan arsitektur situs Anda secara keseluruhan. Laporan ini sering kali menjadi area yang paling membingungkan karena banyaknya status teknis yang ditampilkan namun sebenarnya menyimpan petunjuk berharga tentang kesehatan situs Anda. Kita perlu membedakan dengan jeli antara masalah teknis murni dengan masalah kualitas konten yang menyebabkan halaman Anda diabaikan oleh mesin pencari.

Cara Audit Google Search Console (Update 2026), perbedaan status Crawled Not Indexed dan Discovered Not Indexed di GSC.

Solusi Tuntas Status Crawled Currently Not Indexed

Status ini sering kali menjadi mimpi buruk bagi para praktisi SEO karena menunjukkan bahwa Googlebot sebenarnya sudah meluangkan waktu dan sumber daya untuk mengunjungi halaman Anda namun memutuskan untuk membuangnya. Langkah diagnosis pertama yang harus Anda lakukan adalah mengecek kualitas konten secara objektif untuk memastikan tidak ada indikasi thin content atau konten tipis yang tidak memberikan nilai tambah bagi pembaca. Google memiliki kemampuan semantik yang sangat canggih untuk mendeteksi konten yang hanya merupakan hasil daur ulang atau duplikasi dari halaman lain yang sudah ada di indeks mereka sehingga halaman seperti ini dianggap mubazir untuk disimpan.

Anda harus sangat kritis dalam menilai apakah artikel atau halaman produk yang terkena status ini benar-benar unik dan menjawab kebutuhan pengguna dengan cara yang lebih baik daripada kompetitor. Pemeriksaan selanjutnya harus diarahkan pada struktur tautan internal atau internal link yang mengarah ke halaman yang bermasalah tersebut karena sering kali halaman ini menjadi orphan page atau halaman yatim yang terisolasi. Halaman yang tidak memiliki tautan masuk dari halaman lain yang berotoritas tinggi di situs Anda akan dianggap kurang penting oleh algoritma Google sehingga prioritas pengindeksannya menjadi sangat rendah.

Solusi paling efektif untuk masalah ini adalah melakukan rewrite atau penulisan ulang konten dengan menambahkan sudut pandang baru yang segar serta data orisinal yang tidak dimiliki oleh situs lain. Setelah konten diperbaiki Anda perlu membangun jembatan navigasi yang kuat dengan menautkan halaman tersebut dari artikel pilar atau halaman utama untuk mengalirkan otoritas dan memberi sinyal bahwa halaman ini layak diperhitungkan.

Teknik Identifikasi Masalah Discovered Not Indexed

Berbeda dengan status sebelumnya masalah Discovered Currently Not Indexed menunjukkan bahwa Google mengetahui keberadaan URL situs Anda tetapi bahkan belum mencoba untuk merayapinya sama sekali. Fenomena ini biasanya merupakan indikasi kuat adanya masalah pada Crawl Budget atau anggaran perayapan yang dimiliki situs Anda di mana Google merasa tidak efisien untuk menghabiskan sumber daya server mereka pada situs Anda. Penyebab utamanya sering kali berasal dari server hosting yang kelebihan beban atau merespons permintaan Googlebot dengan sangat lambat sehingga bot memutuskan untuk menunda kunjungan agar tidak membuat situs Anda tumbang.

Masalah kapasitas server ini harus segera diatasi dengan berkonsultasi pada penyedia hosting Anda atau melakukan optimasi pada sisi backend agar waktu respons server menjadi lebih cepat dan stabil. Selain masalah server penumpukan halaman sampah atau zombie pages juga menjadi biang kerok utama yang memboroskan jatah rayapan Google pada URL yang tidak penting. Halaman seperti arsip tag yang berlebihan hasil pencarian internal yang terindeks atau parameter URL yang tidak berguna sering kali membanjiri antrean perayapan sehingga halaman konten utama Anda malah terabaikan.

Cara mengatasinya adalah dengan memangkas halaman zombie ini secara agresif melalui pemblokiran di robots txt atau penghapusan permanen agar Googlebot bisa fokus merayapi halaman yang benar-benar bernilai bisnis. Strategi pembersihan ini sangat vital untuk memastikan setiap kunjungan bot Google menjadi produktif dan menghasilkan indeksasi pada konten yang memang Anda targetkan untuk peringkat tinggi.

Evaluasi Kinerja Halaman dan Standar UX Terbaru

Setelah memastikan pipa pengindeksan berjalan lancar tahap selanjutnya dalam audit website Google Search Console adalah memastikan pengalaman pengguna atau UX situs Anda memenuhi standar Core Web Vitals terbaru. Di tahun 2026 ini Google semakin ketat dalam menilai bagaimana sebuah halaman merespons interaksi pengguna dan seberapa stabil tampilan visualnya saat dimuat. Kegagalan dalam memenuhi ambang batas metrik ini dapat mengakibatkan penurunan peringkat yang signifikan meskipun konten Anda sangat relevan dan berkualitas tinggi.

Baca Juga : Rank Math vs Yoast SEO (Update 2026): Mana yang Bikin Web Lebih Cepat?

Panduan Membaca Laporan Core Web Vitals INP dan CLS

Cara Audit Google Search Console (Update 2026), evolusi Core Web Vitals dari FID ke INP (Interaction to Next Paint) tahun 2026.
Cara Audit Google Search Console (Update 2026), evolusi Core Web Vitals dari FID ke INP (Interaction to Next Paint) tahun 2026.

Perubahan terbesar dalam lanskap teknis SEO saat ini adalah transisi dari First Input Delay atau FID menjadi Interaction to Next Paint atau INP sebagai metrik utama untuk mengukur responsivitas. Anda perlu memahami cara membaca grafik INP di laporan GSC yang kini mencatat latensi dari seluruh interaksi pengguna sepanjang kunjungan mereka bukan hanya pada klik pertama saja. Skor INP yang buruk biasanya disebabkan oleh skript JavaScript yang terlalu berat dan memblokir main thread browser sehingga halaman terasa macet atau lambat merespons saat pengguna menekan tombol atau menu.

Diagnosis mendalam perlu dilakukan untuk menemukan skript pihak ketiga atau fitur interaktif mana yang menyebabkan kemacetan ini agar tim pengembang dapat melakukan optimasi kode yang diperlukan. Masalah stabilitas visual yang diukur dengan Cumulative Layout Shift atau CLS juga masih menjadi prioritas utama terutama pada tampilan perangkat seluler yang layarnya lebih terbatas. Identifikasi elemen penyebab pergeseran tata letak harus dilakukan secara teliti karena sering kali hal ini disebabkan oleh gambar atau iklan yang dimuat belakangan tanpa dimensi ukuran yang jelas sehingga mendorong konten teks ke bawah secara tiba-tiba.

Anda harus memeriksa laporan GSC untuk melihat halaman mana yang memiliki skor CLS di atas ambang batas aman dan segera memperbaiki kode CSS atau HTML dengan menetapkan ruang statis untuk elemen-elemen dinamis tersebut. Stabilitas visual ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan pembaca agar mereka tidak salah klik atau kehilangan fokus saat sedang membaca konten Anda.

Strategi Audit Mobile Usability yang Efektif

Audit usabilitas seluler menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi mengingat mayoritas pengguna internet kini mengakses informasi melalui gawai pintar mereka. Laporan Mobile Usability di GSC sering kali memberikan peringatan tentang elemen yang terlalu dekat atau clickable elements too close together yang membuat pengguna kesulitan menekan tombol yang tepat dengan jari mereka. Masalah ini sering kali luput dari perhatian saat pengecekan di desktop namun menjadi sangat fatal di layar sentuh yang membutuhkan presisi area sentuh minimal agar navigasi terasa nyaman.

Anda perlu meninjau ulang desain antarmuka situs Anda dan memastikan setiap tombol atau tautan memiliki jarak bantalan atau padding yang cukup luas sesuai pedoman desain aksesibilitas. Peringatan lain yang sering muncul adalah teks yang terlalu kecil untuk dibaca yang menghambat pengalaman pengguna seluler karena memaksa mereka untuk melakukan zoom manual hanya untuk membaca paragraf pembuka. Cara menemukan elemen bermasalah ini adalah dengan menggunakan fitur mobile-friendly test yang terintegrasi di GSC untuk melihat tangkapan layar bagaimana Googlebot merender halaman Anda di berbagai resolusi layar ponsel.

Perbaikan biasanya melibatkan penyesuaian ukuran font dasar di CSS dan memastikan viewport meta tag telah dikonfigurasi dengan benar agar skala halaman menyesuaikan lebar perangkat secara otomatis. Mengabaikan peringatan kecil ini bisa berakibat fatal pada tingkat konversi karena pengguna modern memiliki toleransi yang sangat rendah terhadap situs yang sulit diakses melalui ponsel mereka.

Manajemen Kesehatan Situs Jangka Panjang

Audit SEO bukanlah kegiatan satu kali melainkan proses berkelanjutan yang menuntut pemeliharaan rutin terhadap berbagai aspek teknis situs Anda. Manajemen kesehatan situs jangka panjang melibatkan validasi fitur-fitur canggih yang Anda terapkan serta pembersihan rutin terhadap konten usang yang bisa menjadi beban di masa depan. Google Search Console menyediakan alat-alat canggih di bagian Enhancements dan Legacy Tools yang jika dimanfaatkan dengan benar bisa memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan di hasil pencarian.

Langkah Validasi Implementasi Skema Markup

Penggunaan data terstruktur atau skema markup adalah cara terbaik untuk berkomunikasi langsung dengan mesin pencari dan mendapatkan tampilan hasil kaya atau rich snippets yang menarik perhatian. Anda harus rutin memeriksa tab Enhancements di GSC untuk memastikan implementasi Breadcrumbs, FAQ, Product, atau skema artikel berita terbaca sempurna tanpa error atau peringatan kritis. Kesalahan sintaksis kecil dalam kode JSON-LD bisa menyebabkan seluruh skema gagal dibaca oleh Google sehingga peluang Anda untuk tampil menonjol dengan bintang ulasan atau pertanyaan tanya jawab menjadi hilang.

Validasi ini memastikan bahwa segala jerih payah Anda dalam menyusun kode teknis benar-benar membuahkan hasil berupa tampilan visual yang superior di halaman hasil pencarian. Jika Anda menemukan laporan kesalahan pada data terstruktur langkah perbaikannya harus dilakukan dengan presisi menggunakan panduan yang disediakan langsung di dalam laporan kesalahan tersebut. Sering kali masalah muncul karena ada atribut wajib yang hilang seperti ketiadaan kolom harga pada skema produk atau ketiadaan logo pada skema organisasi yang harus segera dilengkapi.

Setelah perbaikan kode dilakukan jangan lupa untuk menekan tombol validasi perbaikan di GSC agar Google segera melakukan pengecekan ulang dan memulihkan tampilan rich result situs Anda. Proses validasi ini adalah kunci untuk memastikan situs Anda tetap kompetitif dan memanfaatkan fitur SERP terbaru yang terus dikembangkan oleh Google untuk memanjakan penggunanya.

Prosedur Pembersihan dan Pengelolaan Pengalihan Tautan

Aspek terakhir namun tidak kalah penting dalam manajemen kesehatan situs adalah strategi penggunaan alat Removals dan pengelolaan pengalihan tautan yang tepat. Strategi menggunakan Removals Tool sangat berguna untuk situasi darurat seperti menghapus konten sensitif yang tidak sengaja terpublikasi atau URL yang mengandung parameter berbahaya akibat serangan peretas. Namun Anda harus ingat bahwa alat ini hanya bersifat sementara menyembunyikan konten dari hasil pencarian selama sekitar enam bulan sehingga solusi permanen seperti penghapusan file dari server atau penggunaan tag noindex tetap harus dilakukan.

Pemahaman yang benar tentang fungsi alat ini akan menghindarkan Anda dari kesalahan fatal seperti tidak sengaja menghapus halaman utama dari indeks Google secara permanen. Selain penghapusan konten pengelolaan redirects atau pengalihan juga memegang peranan vital dalam menjaga arus otoritas SEO di dalam situs Anda. Anda harus memantau status keamanan situs dan memastikan tidak ada rantai pengalihan yang terlalu panjang atau redirect chains yang bisa membingungkan bot Google dan memperlambat waktu muat halaman bagi pengguna.

Setiap kali Anda menghapus konten usang pastikan untuk mengalihkannya ke halaman relevan lainnya menggunakan kode status 301 agar nilai SEO yang sudah terkumpul tidak terbuang sia-sia. Dengan manajemen pembersihan dan pengalihan yang disiplin situs Anda akan tetap ramping efisien dan disukai oleh mesin pencari karena selalu menyajikan struktur yang rapi dan bebas dari jalan buntu digital.

Ringkasan Cara Audit Google Search Console

  • Fokus Audit Utama: Prioritaskan perbaikan pada status “Crawled – Not Indexed” dengan meningkatkan kualitas konten unik dan struktur internal link.
  • Efisiensi Crawl Budget: Atasi status “Discovered – Not Indexed” dengan mengoptimalkan server dan memangkas halaman zombie yang tidak bernilai.
  • Adaptasi Core Web Vitals: Beralihlah memantau metrik INP (Interaction to Next Paint) untuk responsivitas dan jaga skor CLS agar tampilan visual tetap stabil.
  • Prioritas Mobile: Pastikan tidak ada elemen yang terlalu rapat atau teks kekecilan yang mengganggu pengguna ponsel pintar.
  • Maintenance Rutin: Lakukan validasi skema markup secara berkala dan gunakan alat Removals dengan bijak untuk konten sementara.

Untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai strategi konten yang selaras dengan teknis SEO ini, jangan lupa untuk membaca artikel eksklusif dari Mahesa yang mengupas tuntas psikologi pencarian pengguna.

Ikuti terus update terbaru seputar tren digital dan SEO hanya di sosial media Anima Trenz. Like dan Follow sekarang juga untuk tidak ketinggalan strategi jitu lainnya!

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan praktik terbaik SEO dan dokumentasi resmi Google yang berlaku hingga tahun 2026. Algoritma mesin pencari terus berkembang, sehingga hasil implementasi dapat bervariasi tergantung pada kondisi unik setiap website. Penulis menyarankan untuk selalu melakukan pencadangan (backup) data sebelum melakukan perubahan teknis besar pada situs Anda.

Penulis

  • Mahesa

    Mahesa F adalah penulis veteran di animatrenz.id yang telah bertahun-tahun menguji dan mengulas ekosistem gadget serta aplikasi terbaru secara mendalam dan objektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *