# Gila! Tablet 3 jutaan rasa flagship. Review Samsung Galaxy Tab A11 Plus: Dimensity 7300, Layar 90Hz, ada fitur DeX & Update OS 7 tahun. Cek di sini!

Anima Trenz – Pasar teknologi di Indonesia, khususnya pada segmen tablet entry-level, seringkali terjebak dalam siklus stagnasi yang membosankan di mana produsen hanya melakukan daur ulang spesifikasi lama dengan kemasan baru. Konsumen yang memiliki anggaran terbatas, seperti pelajar atau mahasiswa, kerap dipaksa menelan pil pahit dengan memilih perangkat yang hanya mampu melakukan tugas-tugas dasar dan seringkali mengalami kendala performa setelah satu tahun pemakaian. Namun, narasi pasar yang lesu ini mendapatkan guncangan hebat pada tahun 2025 dengan kehadiran Samsung Galaxy Tab A11 Plus yang seolah hadir untuk merusak tatanan harga pasar yang sudah mapan.
Perangkat ini bukan sekadar penerus dari seri A sebelumnya, melainkan sebuah pernyataan agresif dari Samsung bahwa mereka tidak lagi ingin bermain aman di segmen harga tiga jutaan. Dengan harga resmi Rp 2.999.000, tablet ini menawarkan kombinasi spesifikasi yang sebelumnya dianggap mustahil untuk kategori harganya, mulai dari chipset berfabrikasi 4nm hingga fitur produktivitas tingkat lanjut yang biasanya eksklusif untuk seri S. Fenomena ini menandakan pergeseran strategi Samsung yang mulai serius menggarap pasar budget dengan memberikan value yang jauh melebihi ekspektasi, mungkin sebagai respons terhadap gempuran tablet murah dari pabrikan Tiongkok yang semakin masif.
Kehadiran Samsung Galaxy Tab A11 Plus di pasar Indonesia juga membawa angin segar bagi para pencari gadget yang mengutamakan durabilitas dan dukungan perangkat lunak jangka panjang. Biasanya, membeli tablet murah berarti harus siap ditinggalkan oleh produsen dalam hal pembaruan sistem operasi dalam waktu singkat, seringkali hanya satu atau dua tahun saja. Namun, Samsung membalikkan logika tersebut dengan menjanjikan dukungan pembaruan hingga tujuh tahun, sebuah langkah yang sangat jarang ditemui bahkan di beberapa perangkat flagship kompetitor.
Hal ini tentu mengubah kalkulasi “biaya per tahun” bagi konsumen, di mana investasi awal sebesar tiga juta rupiah bisa digunakan secara optimal hingga tahun 2032. Artikel ini akan mengupas tuntas setiap aspek dari tablet fenomena ini, mulai dari desain fisik, kemampuan layar, performa dapur pacu yang mengejutkan, hingga fitur-fitur kecerdasan buatan yang disematkan di dalamnya, untuk membuktikan apakah tablet ini benar-benar “Raja Baru” di kelas entry-level.
Unboxing dan Desain Kejutan dari Samsung Indonesia
Prosesi membuka kotak atau unboxing sebuah produk elektronik seringkali menjadi indikator awal bagaimana produsen memperlakukan konsumennya, dan Samsung Galaxy Tab A11 Plus versi Indonesia memberikan kesan pertama yang sangat positif. Di tengah tren global industri teknologi yang berlomba-lomba menghilangkan aksesoris pendukung dengan dalih pelestarian lingkungan atau green initiative, Samsung Indonesia mengambil langkah strategis yang sangat membumi dan pro-konsumen. Dalam paket penjualan resmi untuk pasar Indonesia, konsumen tidak hanya menemukan unit tablet dan kabel USB-C ke USB-C, tetapi juga kepala charger atau travel adapter yang disertakan langsung di dalam kotak.
Keberadaan adaptor ini menjadi nilai tambah yang sangat krusial mengingat harga charger original Samsung yang dijual terpisah bisa mencapai ratusan ribu rupiah, sehingga paket penjualan ini secara efektif meningkatkan nilai ekonomis produk di mata konsumen lokal yang sensitif terhadap harga. Beralih ke sektor estetika dan rancang bangun, Samsung Galaxy Tab A11 Plus berhasil menepis stigma bahwa tablet murah harus terlihat dan terasa murahan. Perangkat ini mengadopsi bahasa desain modern dengan sentuhan two-tone finish pada bagian punggungnya, sebuah pendekatan visual yang memberikan karakter unik dan elegan yang membedakannya dari tablet polosan pada umumnya.
Material yang digunakan didominasi oleh logam aluminium yang memberikan sensasi dingin dan kokoh saat disentuh, jauh lebih premium dibandingkan material polikarbonat atau plastik yang biasa ditemukan pada tablet kompetitor di rentang harga yang sama. Penggunaan aluminium ini juga berkontribusi pada bobot perangkat yang tergolong ringan, yakni hanya sekitar 477 gram, menjadikannya sangat portabel untuk dibawa dalam tas selempang mahasiswa atau ransel pelajar tanpa membebani bahu secara berlebihan.
Meskipun memiliki tampilan yang memukau dan bobot yang ringan, konstruksi bodi yang tipis dan lebar pada tablet berukuran 11 inci ini menyimpan potensi kelemahan struktural yang perlu diwaspadai oleh pengguna. Berdasarkan berbagai pengujian ketahanan fisik, termasuk uji bending atau pembengkokan yang dilakukan oleh beberapa reviewer independen, rangka aluminium pada seri Tab A ini tidak memiliki tingkat kekakuan atau rigiditas yang setara dengan seri Tab S yang jauh lebih mahal.
Ada risiko tablet mengalami deformasi atau melengkung jika menerima tekanan yang kuat pada bagian tengahnya, misalnya jika tidak sengaja terduduki atau tertindih tumpukan buku tebal di dalam tas yang padat. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi pengguna untuk tidak membiarkan tablet ini “telanjang” dan segera melengkapinya dengan casing pelindung tipe hard case atau book cover yang kokoh demi menjaga integritas struktur bodi dalam jangka panjang.
Layar 11 Inci yang Luas Namun Standar
Sebagai jendela utama interaksi pengguna dengan konten digital, sektor layar memegang peranan vital, dan Samsung Galaxy Tab A11 Plus menghadirkan panel LCD seluas 11 inci yang memberikan ruang pandang yang lega. Ukuran layar ini merupakan sweet spot bagi produktivitas mobile, memberikan keseimbangan yang pas antara portabilitas dan luas area kerja untuk membuka dua aplikasi secara berdampingan. Salah satu peningkatan signifikan yang dibawa oleh tablet ini adalah refresh rate layar yang mencapai 90Hz, sebuah fitur yang membuat pengalaman navigasi antarmuka, gulir halaman web, dan animasi transisi terasa jauh lebih mulus dibandingkan panel 60Hz konvensional.
Kecepatan penyegaran layar yang lebih tinggi ini memberikan ilusi performa yang lebih responsif dan meningkatkan kenyamanan mata saat membaca teks yang bergerak atau bermain game yang mendukung frame rate tinggi. Namun, kejujuran adalah hal yang utama dalam ulasan ini, dan kita perlu membahas keterbatasan teknologi panel yang digunakan demi menekan biaya produksi. Tablet ini menggunakan panel TFT LCD standar, bukan panel AMOLED yang menjadi ciri khas kemewahan visual Samsung di lini atas.
Konsekuensinya, reproduksi warna pada layar ini, dengan cakupan gamut warna sRGB sekitar 79%, tidak akan memberikan ledakan warna yang memanjakan mata atau tingkat kepekatan hitam yang absolut seperti pada layar OLED. Warna-warna mungkin akan terlihat sedikit lebih pucat atau kurang vibrant bagi mereka yang terbiasa dengan layar smartphone flagship, namun untuk penggunaan akademis seperti membaca jurnal, mengetik dokumen, atau presentasi, kualitas ini sudah sangat memadai dan akurat.
Meskipun memiliki keterbatasan dalam saturasi warna, Samsung menyematkan teknologi pemrosesan gambar yang cerdas untuk mengompensasi kekurangan tersebut, terutama saat digunakan untuk konsumsi media. Mesin upscaling yang tertanam dalam chipset dan perangkat lunak One UI mampu meningkatkan kualitas video resolusi rendah agar terlihat lebih tajam di layar 11 inci ini. Menariknya, saat diuji untuk memutar konten di platform YouTube, tablet ini mendukung pemutaran video hingga resolusi 2160p atau 4K.
Kemampuan decoding video resolusi tinggi ini memastikan bahwa pengguna tetap dapat menikmati konten berkualitas tinggi dengan bitrate yang maksimal, sehingga detail pada video edukasi atau film dokumenter tetap terlihat jernih dan tajam meskipun resolusi fisik layar tablet itu sendiri belum mencapai 4K.
Performa Gahar dengan Dimensity 7300

Sektor dapur pacu adalah area di mana Samsung Galaxy Tab A11 Plus benar-benar mengubah peta persaingan tablet entry-level secara drastis. Samsung mengambil keputusan berani dengan meninggalkan chipset seri Helio G yang sudah mulai menua dan beralih menggunakan MediaTek Dimensity 7300. Chipset ini dibangun dengan proses fabrikasi 4nm yang sangat modern, sebuah teknologi manufaktur yang biasanya hanya ditemukan pada chipset kelas atas untuk efisiensi daya dan performa maksimal.
Peningkatan ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan kompetitor di harga yang sama yang mayoritas masih terjebak menggunakan Helio G99 atau G100 dengan fabrikasi 6nm yang kurang efisien. Arsitektur CPU pada Dimensity 7300 terdiri dari empat inti performa tinggi Cortex-A78 dengan kecepatan clock hingga 2.5 GHz dan empat inti efisiensi Cortex-A55, memberikan lonjakan tenaga komputasi yang masif. Bukti nyata dari kehebatan performa ini terlihat jelas dalam skor benchmark sintetis yang menjadi standar industri.
Dalam pengujian AnTuTu Benchmark, Samsung Galaxy Tab A11 Plus mampu mencetak skor di kisaran 642.000 poin, sebuah angka yang melampaui jauh skor rata-rata tablet Helio G99 yang hanya berkutat di angka 300.000 hingga 400.000 poin. Selisih skor yang hampir dua kali lipat ini bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi dari pengalaman penggunaan yang jauh lebih responsif. Aplikasi berat dapat dibuka dengan lebih cepat, perpindahan antar aplikasi berjalan instan, dan stuttering atau kemacetan sistem yang sering menghantui tablet murah hampir tidak pernah ditemukan pada perangkat ini.
Samsung juga melengkapi performa buas ini dengan RAM sebesar 6GB, kapasitas yang “tumben” besar untuk standar tablet murah Samsung, yang memungkinkan manajemen memori lebih lega untuk multitasking. Bagi segmen pengguna pelajar yang juga gemar bermain game atau casual gamer, kemampuan grafis dari GPU Mali-G615 MC2 yang ada di dalam Dimensity 7300 memberikan kabar gembira. Tablet ini mampu menjalankan game kompetitif populer seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan PUBG Mobile dengan setelan grafis tinggi dan frame rate stabil di 60 FPS.
Bahkan untuk game dunia terbuka yang terkenal berat seperti Genshin Impact, tablet ini masih mampu memainkannya pada pengaturan grafis rendah hingga menengah dengan performa yang cukup playable, sesuatu yang sulit dilakukan oleh tablet lain di kelas harganya. Kemampuan gaming yang solid ini menjadikan Tab A11 Plus sebagai perangkat hiburan yang mumpuni setelah jam sekolah usai, memberikan fleksibilitas penggunaan yang luas bagi pemiliknya.
Fitur Software Killer Samsung DeX dan AI

Kekuatan sejati dari Samsung Galaxy Tab A11 Plus yang membuatnya tak tertandingi di kelasnya bukan hanya pada perangkat keras, tetapi pada integrasi perangkat lunak yang matang melalui antarmuka One UI 8 yang berbasis Android 16. Fitur “pembunuh” utama yang dihadirkan adalah Samsung DeX, sebuah fitur yang mampu mengubah antarmuka tablet menjadi lingkungan desktop layaknya PC atau laptop. Biasanya, fitur DeX hanya tersedia di seri Tab S yang harganya belasan juta, namun Samsung membawanya ke tablet tiga jutaan ini.
Dengan DeX, pengguna dapat membuka banyak aplikasi dalam jendela-jendela yang bisa diubah ukurannya (resizable windows), menampilkan taskbar di bagian bawah layar, dan menggunakan keyboard serta mouse eksternal untuk pengalaman mengetik yang produktif. Fitur ini sangat krusial bagi mahasiswa yang perlu mengerjakan makalah sambil melakukan riset di browser, menjadikan tablet ini pengganti laptop yang sah untuk tugas-tugas perkuliahan ringan. Selain kemampuan multitasking tingkat lanjut, Samsung juga membenamkan kecerdasan buatan atau Galaxy AI yang dirancang untuk mempermudah proses belajar.
Salah satu fitur AI yang paling menonjol adalah Math Notes yang terintegrasi dalam aplikasi Samsung Notes. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menuliskan persamaan matematika langsung di layar menggunakan jari atau stylus, misalnya “1000 x 2 =”, dan sistem AI akan secara instan mengenali tulisan tersebut serta menghitung jawabannya secara otomatis. Tidak hanya sekadar kalkulator tulisan tangan, fitur ini juga membantu memvisualisasikan grafik dari persamaan matematika, menjadikannya alat bantu belajar yang sangat powerful bagi pelajar sains dan matematika.
Fitur Circle to Search juga hadir untuk mempercepat pencarian informasi visual, di mana pengguna cukup melingkari gambar atau teks di layar untuk langsung mendapatkan hasil pencarian Google yang relevan. Komitmen Samsung terhadap keberlanjutan perangkat lunak juga patut diacungi jempol dengan janji pembaruan sistem operasi selama 7 tahun. Ini berarti Samsung Galaxy Tab A11 Plus yang diluncurkan dengan Android 16 akan terus mendapatkan pembaruan fitur utama dan patch keamanan hingga Android 23 di masa depan.
Dukungan jangka panjang ini sangat jarang ditemukan di industri mobile, terutama untuk perangkat kelas menengah ke bawah. Bagi orang tua yang membelikan tablet ini untuk anaknya yang baru masuk SD, tablet ini secara teoritis masih akan relevan dan aman digunakan hingga anak tersebut lulus SMP atau bahkan masuk SMA. Jaminan ini menghilangkan kekhawatiran akan perangkat yang menjadi usang atau rentan terhadap serangan siber karena tidak lagi didukung oleh pabrikan.
Kamera dan Baterai
Meskipun hadir dengan segudang keunggulan, Samsung tetap harus melakukan kompromi di beberapa sektor untuk menjaga harga tetap terjangkau, dan sektor kamera adalah salah satunya. Tablet ini dibekali dengan kamera depan beresolusi 5MP yang secara spesifikasi terdengar sangat mendasar. Kualitas foto selfie yang dihasilkan memang tidak istimewa dengan detail yang pas-pasan, namun Samsung telah mengoptimalkan algoritma pemrosesan gambar untuk kebutuhan video conference.
Kamera ini mampu meredam noise dengan cukup baik saat digunakan untuk Zoom atau Google Meet dalam kondisi pencahayaan ruangan standar, menjadikan wajah pengguna tetap terlihat jelas bagi lawan bicara. Kamera belakangnya pun difokuskan lebih pada utilitas seperti memindai dokumen tugas atau memotret catatan di papan tulis, bukan untuk fotografi artistik yang serius. Di sektor daya, kapasitas baterai sebesar 7040mAh yang ditanamkan pada tablet ini menuai respon yang beragam.
Untuk ukuran tablet 11 inci dengan layar 90Hz dan chipset performa tinggi, kapasitas ini tergolong standar atau bahkan sedikit kecil jika dibandingkan dengan beberapa pesaing yang sudah menawarkan baterai 8000mAh ke atas. Dalam skenario penggunaan berat seperti bermain game terus-menerus atau mengedit video di DeX, baterai mungkin akan terkuras lebih cepat dari yang diharapkan, mengharuskan pengguna untuk lebih sering mencari colokan listrik. Efisiensi daya dari fabrikasi 4nm pada Dimensity 7300 memang membantu memperpanjang masa pakai baterai, namun batasan fisik kapasitas mAh tetap menjadi faktor penentu durasi penggunaan.
Kritik yang lebih tajam mungkin perlu diarahkan pada teknologi pengisian daya yang masih bertahan di kecepatan 25W. Di era tahun 2025 di mana teknologi pengisian cepat sudah berkembang pesat hingga 120W pada smartphone, kecepatan 25W terasa sangat konservatif dan lambat untuk mengisi baterai berkapasitas 7000-an mAh. Pengguna harus meluangkan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam untuk mengisi daya dari kondisi kosong hingga penuh 100%.
Hal ini menuntut manajemen waktu yang baik dari pengguna, misalnya dengan membiasakan mengisi daya di malam hari saat tidur. Meskipun demikian, paket penjualan Indonesia yang menyertakan kepala charger sedikit mengobati kekecewaan ini, karena pengguna setidaknya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli adaptor yang kompatibel.
Kesimpulan Kelebihan dan Kekurangan
Setelah membedah secara mendalam setiap aspek dari Samsung Galaxy Tab A11 Plus, dapat disimpulkan bahwa perangkat ini adalah sebuah fenomena unik yang menawarkan proposisi nilai yang sulit ditolak. Samsung berhasil meramu spesifikasi kelas atas dan fitur premium ke dalam paket harga yang sangat bersahabat. Namun, transparansi adalah kunci dalam sebuah ulasan, dan calon pembeli berhak mengetahui segala kelebihan dan kekurangan produk sebelum memutuskan untuk membeli.
Kelebihan
- Performa Chipset Superior: Penggunaan Dimensity 7300 (4nm) dengan skor AnTuTu 642.000+ menjadikannya tablet terkencang di kelasnya, jauh meninggalkan pengguna Helio G99.
- Samsung DeX & Produktivitas: Hadirnya fitur DeX mengubah tablet ini menjadi PC portable, fitur langka di harga 3 jutaan yang sangat berguna untuk pelajar dan pekerja.
- Dukungan Software Panjang: Jaminan update OS selama 7 tahun memastikan perangkat tetap relevan dan aman hingga tahun 2032, investasi jangka panjang terbaik.
- Bonus Charger (Indo): Paket penjualan resmi Indonesia yang menyertakan kepala charger adalah keuntungan ekonomis yang nyata.
- RAM Lega: Kapasitas RAM 6GB memberikan ruang napas yang cukup untuk aktivitas multitasking berat tanpa sering reload aplikasi.
Kekurangan
- Kapasitas Baterai Standar: Baterai 7040mAh mungkin terasa kurang untuk penggunaan intensif seharian penuh dibandingkan kompetitor dengan baterai lebih besar.
- Pengisian Daya Lambat: Teknologi charging 25W membutuhkan waktu lama untuk mengisi daya penuh, kurang cocok bagi pengguna dengan mobilitas sangat tinggi.
- Kualitas Layar Biasa: Panel LCD dengan sRGB 79% kurang memuaskan bagi penikmat konten visual yang kritis terhadap akurasi dan kekayaan warna.
- Konstruksi Bodi Ringkih: Bodi yang tipis dan lebar rentan melengkung, sehingga penggunaan casing pelindung bersifat wajib untuk mencegah kerusakan fisik.
Harga dan Rekomendasi
Dengan label harga resmi Rp 2.999.000, Samsung Galaxy Tab A11 Plus menempatkan dirinya pada posisi yang sangat strategis dan menggoda. Harga ini tidak hanya kompetitif, tetapi bisa dibilang “merusak harga pasar” mengingat spesifikasi dan fitur software yang ditawarkannya. Samsung memberikan akses terhadap teknologi canggih seperti AI dan pengalaman desktop mobile kepada segmen pasar yang lebih luas, mendemokratisasi fitur-fitur yang sebelumnya hanya bisa dinikmati oleh kalangan elit pengguna gadget.
Tablet ini adalah bukti bahwa dengan strategi yang tepat, produk berkualitas tinggi tidak harus selalu ditebus dengan harga yang mahal. Siapa yang paling cocok meminang tablet ini? Samsung Galaxy Tab A11 Plus adalah rekomendasi mutlak bagi pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan satu perangkat serba bisa untuk mencatat kuliah, mengerjakan tugas makalah dengan mode DeX, dan bermain game populer bersama teman-teman tanpa kendala performa.
Tablet ini juga sangat ideal bagi orang tua yang mencari perangkat edukasi untuk anak yang tahan lama, di mana dukungan update 7 tahun menjamin tablet ini bisa diwariskan atau dipakai hingga jenjang pendidikan berikutnya. Bagi pengguna umum atau pekerja yang mencari tablet sekunder untuk streaming dan produktivitas ringan, ini adalah pilihan yang paling logis dan cerdas secara finansial di tahun 2026.
Baca Juga : Review Lengkap TECNO Megabook S14, Laptop Ultra Ringan Penantang Kelas Premium
Ringkasan Review Samsung Galaxy Tab A11 Plus
- Tablet harga 3 jutaan dengan performa flagship berkat chipset Dimensity 7300 (AnTuTu 642k+).
- Fitur Samsung DeX dan Math Notes (AI) bikin produktivitas dan belajar jadi level up.
- Layar 11 inci 90Hz lega, meski warnanya standar LCD.
- Jaminan update OS 7 tahun, investasi jangka panjang yang aman.
- Baterai 7040mAh cukup, tapi charging 25W butuh kesabaran.
- Paket penjualan Indonesia spesial karena dapat kepala charger gratis.
Ingin tahu lebih banyak tips gadget dan review jujur lainnya? Baca artikel menarik lainnya dari Mahesa untuk insight teknologi terkini. Jangan lupa juga untuk follow dan like sosial media Anima Trenz supaya kamu nggak ketinggalan update seru seputar tren digital dan rekomendasi gadget terbaik setiap harinya!