# Simak review Infinix Xpad Edge 13.2 inci. Tablet 4 jutaan dengan keyboard touchpad dan layar 2.4K. Cek tes performa dan baterainya sebelum beli di sini.

Anima Trenz – Saya sering mendapatkan pertanyaan sulit dari para mahasiswa maupun pekerja remote yang anggarannya terbatas. Mereka terjebak dalam dilema klasik tahun 2026. Di satu sisi, harga laptop yang layak pakai semakin melambung tinggi, dan laptop murah seringkali hadir dengan layar buram serta performa yang menyedihkan. Di sisi lain, mereka butuh mobilitas tinggi tanpa harus mengorbankan produktivitas.
Banyak yang melirik tablet sebagai alternatif, namun seringkali kecewa karena sistem operasinya yang lebih mirip “ponsel raksasa” ketimbang komputer kerja. Di tengah kebingungan inilah Infinix Xpad Edge hadir dengan klaim berani. Tablet ini menawarkan layar raksasa 13.2 inci dan pengalaman komputasi setara PC dengan harga di kisaran Rp4,5 juta.
Sebagai praktisi yang skeptis namun optimis, saya telah menguji perangkat ini secara intensif. Saya tidak hanya melihat spesifikasi di atas kertas, tetapi juga membawanya ke kedai kopi, menggunakannya untuk mengetik naskah panjang, hingga menyiksanya dengan game berat. Artikel ini adalah jawaban jujur saya apakah Xpad Edge adalah solusi yang Anda cari atau sekadar perangkat hiburan yang dipaksa bekerja.
Siapa yang Seharusnya Membeli Tablet Raksasa Ini
Sebelum masuk ke detail teknis yang lebih dalam, mari kita luruskan ekspektasi Anda. Infinix Xpad Edge adalah perangkat yang sangat layak dibeli, namun kelayakannya sangat bergantung pada profil penggunaan Anda. Jika Anda adalah mahasiswa non-teknik, penulis konten, atau tenaga administrasi yang menghabiskan 80% waktu untuk mengolah kata dan manajemen dokumen, tablet ini adalah surga produktivitas.
Nilai jual utamanya yang sulit ditolak adalah integrasi keyboard dengan touchpad dalam paket penjualannya. Fitur ini terdengar sederhana, namun di kelas harganya, kompetitor biasanya hanya memberikan keyboard standar tanpa kursor mouse. Kehadiran touchpad mengubah cara interaksi kita dari menyentuh layar menjadi navigasi kursor yang presisi.
Namun, saya harus memberikan peringatan keras bagi Anda yang mendefinisikan produktivitas sebagai editing video 4K berlayer banyak atau rendering 3D. Chipset Snapdragon 685 memiliki keterbatasan arsitektur untuk beban kerja seberat itu. Jika profil Anda cocok dengan kategori pertama, saya menyarankan Anda membaca Rekomendasi Tablet Murah Terbaik 2026 sebagai pembanding sebelum mengambil keputusan.
Desain Ultra Tipis yang Menipu Mata dan Tangan
Saat pertama kali mengeluarkan Infinix Xpad Edge dari kotaknya, impresi pertama yang saya rasakan adalah ketidakpercayaan. Bagaimana mungkin perangkat seharga empat jutaan memiliki profil fisik setipis 6.19mm? Secara teknis, ini lebih tipis dibandingkan mayoritas smartphone flagship yang saya gunakan tahun ini.
Sensasi dingin dari material logam saat menyentuh kulit memberikan kesan premium yang solid. Dengan bobot di bawah 600 gram, memegangnya terasa seperti memegang selembar kaca pintar yang kokoh. Build quality ini jauh melampaui ekspektasi saya untuk kategori tablet mid-range.
Namun, bintang utamanya adalah layar IPS LCD berukuran masif 13.2 inci. Keputusan Infinix menggunakan rasio 3:2 alih-alih 16:9 adalah langkah jenius. Rasio ini memberikan ruang vertikal lebih luas yang sangat ideal untuk membaca dokumen PDF atau lembar kerja Excel tanpa perlu terlalu sering melakukan scrolling.
Kualitas Visual dan Pengalaman Multimedia
Resolusi 2.4K (2400 x 1600 piksel) membuat teks terlihat sangat tajam dan renyah di mata saya. Saat digunakan untuk sesi kerja maraton, mata tidak cepat lelah karena kerapatan pikselnya yang tinggi. Meskipun panelnya masih IPS dan bukan AMOLED, kontras yang dihasilkan sudah sangat memadai untuk penggunaan dalam ruangan.
Dalam pengujian multimedia, refresh rate 90Hz memberikan fluiditas yang cukup memanjakan mata. Transisi antar menu terasa mulus, meski bagi mata gamer seperti saya, perbedaan dengan 120Hz masih sedikit terasa. Reproduksi warnanya cukup akurat untuk streaming Netflix, didukung bezel simetris tipis yang memberikan pengalaman visual imersif.
Satu catatan penting dari pengujian lapangan saya adalah tingkat kecerahan layar. Saat saya membawanya bekerja di area outdoor kafe pada siang hari, layar sedikit kewalahan melawan terik matahari langsung. Ini adalah kompromi yang wajar untuk panel IPS, namun perlu Anda pertimbangkan jika Anda sering bekerja di luar ruangan.
Transformasi Menjadi Laptop dengan Keyboard Cover

Bagian ini adalah pembuktian klaim “Pengganti Laptop” yang didengungkan Infinix. Pengalaman menggunakan Xpad Edge berubah drastis saat keyboard cover terpasang. Keyboard ini bukan sekadar aksesoris murahan; ia memiliki travel distance yang cukup dalam dan tactile. Jari-jari saya bisa merasakan umpan balik yang nyaman saat mengetik ribuan kata untuk artikel ini.
Kehadiran touchpad adalah game changer. Saya bisa melakukan klik kanan, scroll dua jari, dan navigasi antarmuka layaknya menggunakan Windows. Ini menghilangkan kelelahan ergonomis karena tangan tidak perlu melayang untuk menyentuh layar setiap kali ingin memindahkan kursor atau menutup aplikasi.
Secara software, Infinix membenamkan XOS 15 berbasis Android 15 dengan fitur “PC Mode”. Antarmuka ini memungkinkan aplikasi berjalan dalam jendela (windows) yang bisa digeser dan diubah ukurannya. Pengalaman mengetik skripsi atau laporan bulanan di WPS Office terasa sangat natural dan mendekati pengalaman menggunakan laptop konvensional.
Kecerdasan Buatan Folax dan Ekosistem
Infinix juga menyuntikkan fitur AI bernama “Folax” yang ditenagai oleh mesin Deepseek R1. Dalam pengujian saya, Folax bukan sekadar gimmick. Ia mampu membantu meringkas artikel panjang dan menerjemahkan dokumen secara real-time. Bagi Anda yang belum familiar, saya telah menyiapkan panduan khusus di Tutorial Menggunakan Folax AI untuk Produktivitas agar Anda bisa memaksimalkan asisten pintar ini.
Konektivitas ekosistem juga menjadi nilai tambah. Jika Anda pengguna smartphone Infinix atau Tecno, fitur kolaborasi lintas perangkat bekerja sangat mulus. Saya bisa memindahkan foto produk dari HP ke tablet hanya dengan drag-and-drop. Fitur ini sangat membantu alur kerja kreatif tanpa perlu kabel data atau aplikasi pihak ketiga.
Baca Juga : Tutorial Lengkap Menggunakan Folax AI untuk Produktivitas Harian (2026)
Realita Performa Snapdragon 685 di Tahun 2026
Mari kita bicara jujur dan teknis tentang dapur pacu. Infinix Xpad Edge ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 685 dengan fabrikasi 6nm. Di tahun 2026, chipset ini menempati posisi entry-level. Skor AnTuTu di kisaran 300.000-an poin mengindikasikan bahwa tablet ini dirancang untuk kestabilan aplikasi harian, bukan kecepatan ekstrem.
Sebagai penggemar game yang menuntut performa, saya menemukan dua realita berbeda. Untuk game kompetitif seperti Mobile Legends: Bang Bang, tablet ini mampu menjalankannya dengan lancar pada pengaturan grafis tinggi dan frame rate stabil di 60fps. Luasnya layar memberikan pandangan peta (map awareness) yang luar biasa, memberikan keuntungan strategis saat bermain.
Namun, cerita berubah suram saat saya mencoba Genshin Impact. Game open-world ini terlalu berat bagi GPU Adreno pada Snapdragon 685. Bahkan pada pengaturan grafis terendah, saya sering mengalami stuttering dan frame drop parah saat bertarung. Jika gaming berat adalah prioritas Anda, sebaiknya pertimbangkan perangkat dengan chipset seri G99 atau Snapdragon 7 yang perbandingannya ada di artikel Perbandingan Chipset Snapdragon 685 vs Helio G99.
Baca Juga : Perbandingan Spesifikasi Snapdragon 685 vs Helio G99 dan Hasil Benchmark Lengkap
Achilles Heel pada Sektor Pengisian Daya
Jika ada satu kelemahan fatal yang membuat saya gregetan, itu adalah sektor pengisian daya. Baterai 8.000mAh memang standar yang bagus, namun dukungan pengisian dayanya hanya mentok di 18W. Di era tahun 2026, kecepatan ini terasa sangat lambat dan ketinggalan zaman.
Mengisi baterai jumbo ini dari 0% hingga 100% membutuhkan kesabaran tingkat dewa, memakan waktu lebih dari 2 jam. Jika Anda lupa mengisi daya di malam hari, jangan berharap bisa mendapatkan daya yang cukup dengan pengisian singkat 15 menit sebelum berangkat kerja. Manajemen waktu pengisian daya menjadi krusial di sini.
Layar 2.4K juga merupakan konsumen energi yang besar. Meskipun chipsetnya efisien, menyalakan jutaan piksel membutuhkan daya signifikan. Saya sarankan Anda mempelajari trik memperpanjang nyawa baterai di artikel Cara Mengoptimalkan Baterai Tablet Android yang telah kami susun untuk mengatasi isu ini.
Baca Juga : Cara Mengoptimalkan Baterai Tablet Android di Era 2026: Strategi Hardware dan Software Terbaru
Keanehan Desain Stylus dan Kualitas Audio
Berbicara mengenai aksesoris, stylus bawaan Xpad Edge memiliki fungsi dasar yang baik dengan sensitivitas tekanan yang cukup. Namun, metode pengisian dayanya sangat tidak praktis. Alih-alih pengisian nirkabel magnetik, stylus ini memiliki port USB-C sendiri yang harus dicolok kabel. Ini menambah kerumitan manajemen kabel di meja kerja Anda.
Di sektor audio, saya cukup terhibur. Tablet ini dilengkapi empat speaker yang menghasilkan suara stereo lantang. Meski dentuman bass tidak terlalu dalam karena bodi yang tipis, vokal terdengar sangat jernih. Ini sangat ideal untuk video conference menggunakan kamera depan 8MP yang posisinya sudah benar di sisi panjang (landscape).

Setelah mengupas tuntas setiap inchi dari Infinix Xpad Edge, kesimpulan saya adalah tablet ini merupakan keajaiban rekayasa nilai (value engineering). Dengan harga Rp4,5 juta, Infinix berhasil menghadirkan ilusi perangkat premium yang meyakinkan. Anda mendapatkan layar fantastis, bodi metal, dan produktivitas ala PC.
Infinix Xpad Edge adalah jawaban cerdas bagi pelajar atau pekerja yang membutuhkan perangkat sekunder andal. Ia berhasil membuktikan klaim “PC Level” dalam konteks dokumen dan multitasking ringan. Namun, Anda harus berdamai dengan lambatnya pengisian daya dan performa gaming berat yang terbatas.
Jika Anda bisa menerima kekurangan tersebut, maka Xpad Edge adalah investasi terbaik tahun ini. Sebelum membeli, pastikan Anda mengecek Daftar Harga Tablet Infinix Terbaru untuk mendapatkan promo bundling terbaik.
Ringkasan Review Infinix Xpad Edge:
- Value Champion: Kombinasi harga dan fitur sulit dikalahkan.
- Layar: Rasio 3:2 dan resolusi 2.4K optimal untuk kerja.
- Desain: Sangat tipis (6.19mm) dan premium.
- Performa: Aman untuk kerja, kurang untuk game berat.
- Charging: Lambat (18W), butuh manajemen waktu.
- Audio: Quad speaker lantang dan jernih.
- Stylus: Pengisian daya manual via kabel kurang praktis.
Baca juga artikel menarik lainnya dari Mahesa untuk wawasan teknologi yang lebih dalam. Jangan lupa follow dan like sosial media Anima Trenz untuk update terbaru.
Disclaimer: Artikel review ini ditulis berdasarkan pengalaman penggunaan pribadi penulis dan spesifikasi produk yang tersedia saat artikel diterbitkan (2026). Harga dan ketersediaan stok dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan distributor. Konten ini bertujuan sebagai referensi edukasi teknologi dan bukan merupakan saran finansial mutlak. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri atau mencoba unit demo di toko fisik sebelum memutuskan pembelian.